Luv Indonesian Culinary - luvinary.com

Kawasan Pegunungan Hyang

Kawasan Pegunungan Hyang, selain memiliki keragaman ekosistem juga memiliki keragaman jenis tumbuhan, dan yang telah teridentifkasi sebanyak 127 jenis tumbuhan yang termasuk kedalam 56 Famili (BKSDA Jatim II, 2003). Jenis tumbuhan yang mendominasi Kawasan Pegunungan Hyang terdiri atas 10 Famili, mulai dari strata pohon sampai tumbuhan bawah. Pada strata pohon dan tiang didominasi oleh 5 (lima) famili, yaitu Casuarinaceae, Fagaceae, Jugladaceae, Lauracea dan Myrtaceae. Pada strata pancang dan semak didominasi oleh 2 (dua) Famili, yaitu Asteracea dan Casuarinaceae. Pada strata tumbuhan bawah didominasi oleh 3 (tiga) Famili, yaitu Balsaminaceae, Cyperaceae dan Urtilaceae.

Kawasan Pegunungan Hyang, juga memiliki keragaman jenis tumbuhan obat, hasil inventarisasi BKSDA Jatim II pada tahun 2003 menyebutkan bahwa tumbuhan obat yang dijumpai di Kawasan Pegunungan Hyang meliputi habitus pohon (3 jenis dan 4 famili), herba (26 jenis dan 20 famili), semak (6 jenis dan 6 famili), memanjat (2 jenis dan 2 famili), rumput (1 jenis dan 1 famili), liana (2 jenis dan 2 famili), epifit (2 jenis dan 2 famili), lumut (1 jenis dan 1 famili) dan paku (2 jenis dan 2 famili). Bagian tumbuhan yang berkhasiat obat meliputi bagian batang, daun, akar, cabang, rimpang, bunga, biji, buah, getah, kulit batang, herba atas, herba akar, herba biji, herba buah, dan herba tunas.

Kawasan Pegunungan Hyang, juga menjadi habitat berbagai jenis satwa yang jumlahnya cukup banyak (termasuk satwa yang dilindungi). Hasil inventarisasi potensi habitat yang dilakukan oleh BKSDA Jatim II pada tahun 2004 menunjukkan keragaman jenis mamalia dan aves (burung). Jenis mamalia yang dominan di kawasan ini meliputi Cervus timorensis (Rusa), Felis bengalensis (Kucing Hutan), Muntiacus muntjak (Kijang), Mustela flavigola (Musang), Sus scrofa (Babi Hutan), dan Trachypithecus auratus (Lutung).

Jenis aves yang sering dijumpai sebanyak 46 jenis, meliputi Aceros undulatus (Julang Emas), Arborophila javanica (Puyung Gonggong), Caracina larvata (Kepodang Sungu Gunung), Collocalia esculenta (Sriti Gunung), C. esculenta linchi (Walet Linci), Copsychus saularis (Kacer), Corvus enca (Gagak Hutan), Dendrocygna sp. (Belibis), Dicrurus macrosercus (Srigunting Hitam), D. leucopphaeus (Srigunting Kelabu), Eumyas indigo (Sikatan Ninon), Falco mollucensis (Alap-alap Sapi), Gallus varius (Ayam Hutan Hijau), Ficedula westermanni (Sikatan Belang), F. hyperythra (Sikatan Bodoh), Halcyon cloris (Raja Udang), Hemipus hirundinaetus (Jinjing Batu), Lanchura maja (Emprit Hutan), Lanius schach (Bentet kelabu), Megalaima javensis (Tulung Tumpuk), Orthotomus sp. (Cinenen), O. cuculatus (Cinenen Gunung), Padda oryzivora (Gelatik gunung), Parus major (Gelatik Batu Kelabu), Pavo muticus (Merak Hijau), Pericrocotus miniatus (Sepah Gunung), P. falmmeus (Sepah Hutan), Picus puniceus (Pelatuk Sayap Merah), Prinia familiaris (Prenjak Jawa), Pterthius flaviscapis (Ciu Besar), Ptilinopus porphyreus (Walik Kepala Ungu), Pycnonotus goiavier (Merbah cerucuk), Rhipidura phoenicura (Kipasan Bukit), Saxiola caprata (Decu Belang), Sitta azurea (Munguk Loreng), Spilornis cheela (Elang Ular atau Elang Hitam), Spizaetus cirrhatus (Elang Brontok), Treron vernans (Punai gading), Turdus poliocephalus (Anis Gunung), Zoothera sp. (Punglor Merah atau Punglor Batu, Zosterops sp. (Burung Kacamata), Zosterops montanus (Kacamata Gunung), dan Z. palpebrosus (Kacamata Biasa).

Sumber: www.diskoperindag-bondowoso.com