- Sate Petir Pak Nano: Disambar Sate Petir Racikan Pak Nano yang Bikin Ketar-ketir
- Sagoo Kitchen: Gurih Mantap! Nasi Goreng Kunyit Ayam Bledos di Resto Jadoel
- Melewati Garut? Jangan Lupa Makan Enak Dulu di 5 Tempat Ini
- Hotel Indonesia Natour Raih Penghargaan dari ITTA Foundation
- Beda Tahu Petis Bandung yang Dicicip Jokowi dengan Tahu Petis Semarang
- Redjeki Kuliner: Malas Masak? Pesan Saja Ayam Goreng dan Sayur Lodeh Enak Ini
- Sumber Bestik Pak Darmo: Empuk Gurih Bestik Lidah yang Menggoyang Lidah
- Waroeng Keroepoek : Menikmati Wedang Bergaya Kekinian di 'Cafedangan'
Kawasan Pegunungan Hyang
- Kabupaten Bangkalan
- Kabupaten Banyuwangi
- Kabupaten Blitar
- Kabupaten Bojonegoro
- Kabupaten Bondowoso
- Kabupaten Gresik
- Kabupaten Jember
- Kabupaten Jombang
- Kabupaten Kediri
- Kabupaten Lamongan
- Kabupaten Lumajang
- Kabupaten Madiun
- Kabupaten Magetan
- Kabupaten Malang
- Kabupaten Mojokerto
- Kabupaten Nganjuk
- Kabupaten Ngawi
- Kabupaten Pacitan
- Kabupaten Pamekasan
- Kabupaten Pasuruan
- Kabupaten Ponorogo
- Kabupaten Probolinggo
- Kabupaten Sampang
- Kabupaten Sidoarjo
- Kabupaten Situbondo
- Kabupaten Sumenep
- Kabupaten Trenggalek
- Kabupaten Tuban
- Kabupaten Tulungagung
- Kota Batu
- Kota Blitar
- Kota Kediri
- Kota Madiun
- Kota Malang
- Kota Mojokerto
- Kota Pasuruan
- Kota Probolinggo
- Kota Surabaya
Kawasan Pegunungan Hyang, selain memiliki keragaman ekosistem juga memiliki keragaman jenis tumbuhan, dan yang telah teridentifkasi sebanyak 127 jenis tumbuhan yang termasuk kedalam 56 Famili (BKSDA Jatim II, 2003). Jenis tumbuhan yang mendominasi Kawasan Pegunungan Hyang terdiri atas 10 Famili, mulai dari strata pohon sampai tumbuhan bawah. Pada strata pohon dan tiang didominasi oleh 5 (lima) famili, yaitu Casuarinaceae, Fagaceae, Jugladaceae, Lauracea dan Myrtaceae. Pada strata pancang dan semak didominasi oleh 2 (dua) Famili, yaitu Asteracea dan Casuarinaceae. Pada strata tumbuhan bawah didominasi oleh 3 (tiga) Famili, yaitu Balsaminaceae, Cyperaceae dan Urtilaceae.
Kawasan Pegunungan Hyang, juga memiliki keragaman jenis tumbuhan obat, hasil inventarisasi BKSDA Jatim II pada tahun 2003 menyebutkan bahwa tumbuhan obat yang dijumpai di Kawasan Pegunungan Hyang meliputi habitus pohon (3 jenis dan 4 famili), herba (26 jenis dan 20 famili), semak (6 jenis dan 6 famili), memanjat (2 jenis dan 2 famili), rumput (1 jenis dan 1 famili), liana (2 jenis dan 2 famili), epifit (2 jenis dan 2 famili), lumut (1 jenis dan 1 famili) dan paku (2 jenis dan 2 famili). Bagian tumbuhan yang berkhasiat obat meliputi bagian batang, daun, akar, cabang, rimpang, bunga, biji, buah, getah, kulit batang, herba atas, herba akar, herba biji, herba buah, dan herba tunas.
Kawasan Pegunungan Hyang, juga menjadi habitat berbagai jenis satwa yang jumlahnya cukup banyak (termasuk satwa yang dilindungi). Hasil inventarisasi potensi habitat yang dilakukan oleh BKSDA Jatim II pada tahun 2004 menunjukkan keragaman jenis mamalia dan aves (burung). Jenis mamalia yang dominan di kawasan ini meliputi Cervus timorensis (Rusa), Felis bengalensis (Kucing Hutan), Muntiacus muntjak (Kijang), Mustela flavigola (Musang), Sus scrofa (Babi Hutan), dan Trachypithecus auratus (Lutung).
Jenis aves yang sering dijumpai sebanyak 46 jenis, meliputi Aceros undulatus (Julang Emas), Arborophila javanica (Puyung Gonggong), Caracina larvata (Kepodang Sungu Gunung), Collocalia esculenta (Sriti Gunung), C. esculenta linchi (Walet Linci), Copsychus saularis (Kacer), Corvus enca (Gagak Hutan), Dendrocygna sp. (Belibis), Dicrurus macrosercus (Srigunting Hitam), D. leucopphaeus (Srigunting Kelabu), Eumyas indigo (Sikatan Ninon), Falco mollucensis (Alap-alap Sapi), Gallus varius (Ayam Hutan Hijau), Ficedula westermanni (Sikatan Belang), F. hyperythra (Sikatan Bodoh), Halcyon cloris (Raja Udang), Hemipus hirundinaetus (Jinjing Batu), Lanchura maja (Emprit Hutan), Lanius schach (Bentet kelabu), Megalaima javensis (Tulung Tumpuk), Orthotomus sp. (Cinenen), O. cuculatus (Cinenen Gunung), Padda oryzivora (Gelatik gunung), Parus major (Gelatik Batu Kelabu), Pavo muticus (Merak Hijau), Pericrocotus miniatus (Sepah Gunung), P. falmmeus (Sepah Hutan), Picus puniceus (Pelatuk Sayap Merah), Prinia familiaris (Prenjak Jawa), Pterthius flaviscapis (Ciu Besar), Ptilinopus porphyreus (Walik Kepala Ungu), Pycnonotus goiavier (Merbah cerucuk), Rhipidura phoenicura (Kipasan Bukit), Saxiola caprata (Decu Belang), Sitta azurea (Munguk Loreng), Spilornis cheela (Elang Ular atau Elang Hitam), Spizaetus cirrhatus (Elang Brontok), Treron vernans (Punai gading), Turdus poliocephalus (Anis Gunung), Zoothera sp. (Punglor Merah atau Punglor Batu, Zosterops sp. (Burung Kacamata), Zosterops montanus (Kacamata Gunung), dan Z. palpebrosus (Kacamata Biasa).
Sumber: www.diskoperindag-bondowoso.com

Provinsi
